Blog Belantara

Forum Multi Pihak Langkah Strategis Konservasi Hutan dan Pelestarian Lingkungan

Pembelajaran dari workshop Konservasi Hutan dan Pelestarian Lingkungan yang di gagas oleh oleh Yayasan Belantara dan Qureta memberikan pengetahuan bahwa dalam konservasi hutan dan pelestarian lingkungan di perlukan forum multi pihak. Artianya bahwa dalam konservasi hutan dan pelestarian lingkungan di perlukan proses dan waktu yang panjang agar bisa memperoleh hasil yang maksimal.

Terbersit dalam pikiran kalaulah memang konservasi dan pelestarian lingkungan di Indonesia memerlukan forum multi pihak berarti semua pihak harus ikut terlibat dalam program ini. Bagaimana meletekkan konservasi dan pelestarian lingkungan ini sebagai tanggung jawab bersama.

Menjadikan konservasi dan pelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab bersama merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Semua masyarakat mempunyai karakter tersendiri dalam menjalani kehidupan. Ada masyarakat yang susah menerima perubahan, ada masyarakat yang hanya meraup keuntungan dan ada juga masyarakat yang naïf serta sama sekali tidak peduli.

Tipe ini akan selalu muncul dalam konservasi hutan dan pelestarian lingkungan, pendidikan adalah alat strategis dalam mengedukasi masyarakat. Pendidikan konservasi hutan dan lingkungan terpadu merupakan alat pamungkas dalam menumbuhakan tanggung jawab bersama dalam konservasi hutan dan lingkungan hidup.

Lima Aset masyarakat dalam konservasi hutan dan pelestarian lingkungan adalah natura, sosial, sumber daya manusia, financial dan fisik. Pemahaman bahwa tentang lima aset ini menjadi penting dalam untuk menjaga keseimbangan antara manusia, hutan dan alamnya.

Lima aset dalam konservasi dan pelestarian lingkungan menjadi tanggung jawab forum multi pihak dalam membangun keseimbangan antara manusia dengan hutan dan alamnya. Memang menyatukan ini tidak mudah, hanya ada sebuah upaya yang kongkrit dalam konservasi dan pelestarian lingkungan.

Membangun sinergi dalam konservasi hutan dan pelestarian lingkungan tidak sekonyong-konyong tercipta kalau tidak ada keberanian untuk melaksanakannya. Yayasan belantara bersama qureta dan teman-teman sampan telah memulai dengan upaya yang bijak. Melakukan workshop empat hari di Pontianak memberi dampak yang signifikan dalam kampanye konservasi hutan dan lingkungan melalui tulisan.

Langkah taktis telah tercipta dan terorganisir dengan baik, melalaui tulisan telah dikampanyekan. Dari workshop tersebut telah menghasilkan puluhan tulisan mengenai konservasi dan pelestarian lingkungan.  Perlu dipikirkan lagi bagaiamana membuat forum multi pihak supaya  melakukan percepatan pemahaman masyarakat dalam konservasi hutan dan pelestarian lingkungan.

Langkah –langkah seperti itu, patut di apresiasi karena memberi pengaruh yang besar dalam membangun opini bersama, bahwa Konservasi hutan dan pelestarian ligkungan menjadi tanggung jawab bersama. Hasil Workshop membawa dampak yang besar yaitu melahirkan 25 orang penulis sebagai propaganda dalam  konservasi dan pelestarian lingkungan.

Selama ini kita melihat bahwa isu konservasi hutan dan pelestarian tidak menjadi isu yang manarik dibahas, isu ini seolah-olah isu yang tidak penting. Saya melihat dalam debat pilkada dan debat capres isu mengenai hutan dan lingkungan tidak ada. Ini membuktikan bahwa isu ini di pandang sebelah mata.

Padahal kalau di runut dari persoalan bangsa yang ada, isu hutan dan lingkungan menjadi isu yang krusial karena kita memiliki hutan dan kekayaan alam yang banyak. Banyak bencana yang terjadi di negeri ini karena ulah manusia yang selalu merusak hutan dan lingkungan tanpa ada konservasi dan pelestarian yang sustainable.

Melakukan konservasi dan pelestarian lingkugan adalah tanggung kita semua, kita tidak boleh tabu. Kalau kita melakukan konservasi tidak ada yang dirugikan, malah memberi berkah yang melimpah yang bisa dinikmati anak cucu kita.

Contoh yang pertama desa sumber agung di kabupaten Kubu, karena melakukan konservasi Hutan mereka mendapat pendapatan yang melimpah. Hasil dari kerja keras dan sinergi antara lembaga Yayasan Belantara dan SAMPAN yang peduli dan melatih menjadikan masyarakat menjadi kreatif dan inovatif dalam mengolah hasil pertanian, hutan dan alam.

Contoh yang kedua adalah desa batu ampar yang terletak di kabutaten kubu raya juga karena mereka melakukan konservasi hutan dan pelestarian alam mereka mendapatkan berkah dari alam. Masyarakat mendapatkan pendapatan dari pengolahan arang dan pelestarian ekowisata desa yang menjadi tempat rekreasi dan pariwisata desa.

Ampar

Forum multipihak menjadi alat stategis dalam mengembangkan dan membangun masyarakat supaya peduli dan melakukan konservasi dan pelestarian, kita tidak tahu bahwa hutan menyimpan rahasia alam yang dasyat untuk kita pergunakan. Tidakkah kita tahu bahwa 1 kubik pohon menyimpan 5000 liter air.

Seperti pepatah mengatakan air adalah sumber kehidupan, melakukan konservasi hutan dan pelestarian lingkungan sama artinya menyimpan dan memelihara air. Kita tidak pernah menyadari bahwa semua yang kita miliki tidak berarti apa-apa kalau tidak ada air.

Menurut data dari kementerian lingkungan hidup jumlah kawasa konservasi hutan di Indonesia adalah hanya 551 buah dan 27,2 juta ha. angka sangat sedikit dibanding wilayah hutan Indonesia yang mencapai  Ratusan juta ha. Angka ini membuktikan bahwa masih minimnya konservasi hutan dan pelestarian lingkungan di Indonesia.

Langkah-langkah taktis dan strategis perlu dikerjakan, jika Yayasan Belantara dan qureta telah melakukannya maka, melauli tulisan ini saya mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk peduli terhadap hutan dan pelestarian lingkungan, karena kalau bukan kita yang mengerjakan siapa lagi. Kalau bukan sekarang kapan lagi.

Kolaborasi antara semua pihak seperti perusahaan, petani, mahasiswa, dosen, guru, dan pemerintah bersatu dalam forum multipihak akan membawa konservasi hutan dan lingkungan  berjalan dengan baik, tidak ada lagi waktu untuk saling menyalahkan. Mari kita lakukan sesuai kesadaran dan hati nurani.

Aktor utama dalam pelestarian lingkungan ini adalah masyarakat, korporasi dan pemerintah. Keharmonisan ketiga aktor ini didukung oleh regulasi yang baik supaya ada keseimbangan, sehingga konservasi dan pelestarian lingkungan ini dapat berjalan dengan lancar.