Blog Belantara

Belantara Leaning Series Eps. 2: “Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan”

Kegiatan Belantara Learning Series (BLS) Eps.2 kembali diselenggarakan pada Rabu (16/03). BLS Eps.2 kali ini mengusung topik “Nilai Ekonomi dan Pendugaan Karbon Hutan”. Acara ini diselenggarakan melalui aplikasi Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Belantara pada pukul 09.00 sd 12.00 WIB. BLS Eps.2 merupakan sebuah acara kolaborasi antara Belantara Foundation, Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT. Gaia Eko Daya Buana.

“Dengan diadakannya acara Belantara Learning Series Episode 2 ini, harapan kami, para praktisi konservasi dan peneliti dapat saling berbagi pengalaman dan keterampilan dalam melakukan upaya pelestarian hutan di Indonesia. Selain itu, mahasiswa dan juga masyarakat umum yang berpartisipasi juga dapat memperkaya pengetahuannya dalam tata cara penghitungan emisi karbon serta nilai ekonominya. Walau masih di tengah pandemi yang belum sepenuhnya usai, kami harap dengan diadakannya kegiatan BLS Eps.2 secara daring, kita tetap menjaga antusiasme kita dalam semangat pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati melalui pendekatan karbon”, ujar Dolly Priatna, Direktur Eksekutif Belantara Foundation.        

BLS Eps. 2 membahas mengenai potensi lain dari hutan selain dari sisi manfaatnya pada kesehatan dan lingkungan, yakni potensi karbon. 

“Memang belum banyak terdengar manfaat hutan bagi kita selain dari sisi kesehatan dan lingkungan, karena selama ini narasi yang beredar di masyarakat hanya sebatas kedua manfaat tadi. Namun kini, saya rasa kita perlu juga mulai melirik sudut pandang lain mengenai manfaat dari melestarikan hutan yaitu dari sisi insentif penurunan emisi dari keberadaan hutan). Terutama, kita ini merupakan negara yang memiliki area hutan penyimpan cadangan karbon yang sangat luas dan kedepan sangat penting untuk berkontribusi dalam implementasi pembangunan ekonomi hijau”, Dr I Wayan Susi Dharmawan, Peneliti BRIN menambahkan.

Lebih lanjut, BLS Eps.2 membahas gambaran besar mengenai teknis penghitungan, kebijakan terkini mengenai karbon hutan dan kaitannya terhadap NDC (Nationally Determined Contribution) yang sudah menjadi komitmen Pemerintah. Sebelumnya, Indonesia telah menetapkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030 mendatang dan menargetkan Zero Net Emission pada tahun 2060. 

Joseph A Hutabarat dari PT Gaia Eko Daya Buana  mengungkapkan bahwa upaya mencegah dampak perubahan iklim dan mencapai target NDC merupakan tujuan utama diadakannya kegiatan adaptasi dan mitigasi melalui perdagangan karbon. Perdagangan karbon akan dilaksanakan melalui transaksi pembelian sertifikat Certified Emission Reduction (CER) oleh negara maju ke negara berkembang. Sebelum mendapatkan CER, negara berkembang tersebut harus melalui serangkaian tahap diantaranya pra studi kelayakan, studi kelayakan, validasi dokumen dan lain sebagainya.

Leave a Comment