Bersama Lestarikan Nusantara Foundation (“Belantara Foundation”) adalah sebuah lembaga swadaya masyarakat di bidang lingkungan yang diluncurkan pada tahun 2015 dengan tujuan untuk mendukung upaya pemerintah dalam melakukan upaya konservasi dalam skala luas sambil meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Nama Belantara diambil dari Bahasa Indonesia yang berarti hutan belantara atau hutan yang masih alami.
Kami bekerja untuk melindungi lanskap Indonesia dengan mengimplementasikan proyek-proyek lokal di daerah yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi, pemulihan dan pengembangan masyarakat yang berkelanjutan.
Fokus utama dari Belantara adalah untuk mengimplementasikan program untuk mendukung pemulihan, perlindungan dan konservasi spesies yang terancam punah (khususnya harimau sumatra, gajah sumatra, serta orangutan sumatra dan orangutan kalimantan), pengembangan kelembagaan, dan inisiatif pengembangan dan pemberdayaan masyarakat di Kawasan Konservasi, Hutan Produksi, Hutan Lindung dan Kehutanan Sosial di dalam kesepuluh wilayah distribusi di dalam lima provinsi yang terdapat di pulau Sumatra dan pulau Kalimantan.
Sebagai yayasan yang independen Belantara bertujuan untuk bekerja sama dengan semua pihak yang memiliki tujuan yang sama; berkoordinasi dan bekerja sama dengan para mitra proyek - proyek di dalam kesepuluh kawasan distribusi hibah. Belantara bertujuan untuk memastikan bahwa inisiatif yang telah ada selaras agar dapat meminimalkan risiko proyek yang tumpak tindih sekaligus memaksimalkan pembagian informasi dan data.
Belantara secara aktif bekerja dengan sektor publik dan swasta untuk mengumpulkan sumber daya tambahan dan bekerja dengan mitra untuk mengembangkan berbagai instrumen keuangan dengan tujuan untuk memitigasi risiko investasi dalam konservasi lanskap untuk mengatalisasi penyebaran modal lebih lanjut.
Secara fundamental, Belantara mendukung sepenuhnya fokus dan inisiatif prioritas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pemerintah Indonesia. Untuk lebih spesifik, Belantara mendukung pengembangan konservasi ekosistem berskala besar di Sumatra dan Kalimantan. Untuk itu, Pedoman Belantara dibuat pada tahun 2014. Sebuah konsorsium kelompok sektor swasta, pemerintah dan pemangku kepentingan LSM dilibatkan dalam proses pembangunannya. Tujuan utama dari dokumen ini adalah untuk menyelaraskan kegiatan konservasi yang dilakukan oleh banyak pemangku kepentingan. Ini adalah rencana aksi multi-pihak yang berfungsi sebagai pedoman pendukung bagi kelompok-kelompok mitra yang melaksanakan proyek-proyek di dalam wilayah distribusi hibah yang ditentukan. Ini menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk membangun konsensus dan kapasitas di antara para pemangku kepentingan, memastikan bahwa inisiatif dalam ekosistem secara kolektif mendukung ekosistem yang berkelanjutan secara lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi.
Panduan Belantara mempromosikan pendekatan multi-pihak untuk pengelolaan ekosistem yang berkelanjutan, mengidentifikasi sepuluh wilayah distribusi hibah yang ditentukan berdasarkan seperangkat kriteria yang dirancang, dan menguraikan sejumlah kegiatan dan program untuk mendukung strategi ekosistem yang relevan dengan ekosistem.